Laman

Sunday, October 27, 2013

Pengertian dan konsep harta Meurut pandangan islam

KONSEP HARTA MENURUT PANDANAN ISLAM


Kata harta berasal dari masdar الما ل dan jamaknya الاموال yang artinya Harta/kekayaan..
Disini ada beberapa dalil-dalil atau Qaidah dari Al-Qur’an tentang Harta,, , yuuk kita simak bahasan nya dibawah ini .. ^_^
·    Larangan harta agar tidak bergelar dalam kalangan orang-orang kaya saja, firman Allah dalam Al-Qur’an surat (Al-Hasyr : 57) Artinya:
·                        
                                                                                                          
57. Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.
                Asbabun nuzul dari ayat di atas ialah turunnya pada periode Madinah karena pada  saat itu Kaum Anshar di perintahkan Rasulullah untuk menyediakan tempat , makanan , pakaian dan kebutuhan lainnya untuk kaum muhajirin dan untuk Rasulullah.
Intisari dari kandungan ayat tersebut itu keberlakuannya khusus pada zaman Rasulullah dan sifatnya menjadi umum untuk kita sebagai ummat Rasulullah , karena kita tahu dan menyadari bahwa dari harta yang kita peroleh itu ada hak untuk orang lain,
Dengan demikian hikmah yang dapat kita petik dari ayat diatas ialah tekad dan semangat kita untuk selalu berusaha dan terus berdo’a untuk mendapatkan Rizqi yang banyak dan halal, dan keinginan kita untuk terus ingin  berzakat, berinfaq, bershadaqah dan berwakaf akan bertambah yakin bahwa Allah tidak akan mengurangi harta kita jika kita gunakan dijalan Allah, justru sebaliknya Allah akan menambahkan harta kita dengan berlipat ganda dari apa yang telah kita keluarkan, dan akan menghilangkan rasa takabur atau sombong dari diri kita.

·         Perintah menafkahkan harta yang baik-baik , firman Allah dalam al-Qur’an surat

(Al-Baqaarah : 267) Artinya:

267. Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Intisari dari kandungan ayat di atas ialah bersifat umum untuk kita sebagai ummat Rasulullah harus menafkahkan harta harta itu dengan usaha kita sendiri dan cara memberinya dengan cara sopan dan baik dan harta/pakaian/makanan yang layak untuk kita gunakan/dikonsumsi. Begitupun dengan harta itu sendiri, apabila kita tidak mau memakan makanan itu karena sudah basi/kotor maka kitapun jangan tega untuk memberikan makanan tersebut, karena dengan kita seperti itu maka tidak akan memperoleh pahala yang sempurna dalam infaq yang sunnah itu sendiri.
           

Hikmahnya untuk kita semua adalah ketika kita memiliki sesuatu yang ingin di shadaqahkan itu harus harta yang baik-baik dengan cara yang halal, minimal sama dengan apa yang kita gunakan dalam bentuk apapun itu , baik berupa uang, pakaian ataupun makanan.
Orang miskin menjadi ujian bagi si kaya , dalam Al-Qur’an surat (Al-An’am : 53) Artinya:

53. Dan Demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang Kaya itu) berkata: "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?" (Allah berfirman): "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?"

Intisari kandungan ayat di atas dalam potongan ayat ليقولو آهولاء من الله عليهم من بيننا yang bermakna “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” apakah kita pantas untuk berkata seperti itu sementara harta kita pun di anugerahkan oleh Allah, karena kaya dan miskin itu sudah menjadi Sunattullah dan setiap  insan yang  hidup didunia ini sudah ada hak atau bagiannya masing-masing , tentunya orang  yang kaya itu akan selalu diuji oleh orang miskin karena kita hidup didunia ini gak cukup dengan harta saja, kita pun akan selalu membutuhkan bantuan dari orang lain ..

 Harta, keluarga, anak, tetangga, dan teman  yang menjadi penghalang dijalan Allah , dalam Al-Qur’an surat  (Attaubah :24) Artinya:


24. Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Intisari ayat di atas adalah janganlah kita tertipu oleh tipu daya dunia , artinya kita tidak boleh terbelenggu dalam “Hubbuddunya” atau cinta dunia dengan pekerjaan , kesibukan atau kebahagiaan dunia yang  membuat  kita lupa dengan Shalat, ibadah dan  ketha’atan kita pada Sang Khaliq sehingga orang-orang  yang  ada disekitar  jangan sampai mencegah kita untuk beribadah kepada Allah. Oleh karena itu mulai dari sekarang yuuk kita atur atau manage harta kita dengan sebaik mungkin dan digunakan untuk hal yang bermanfaat dijalan Allah , karena dengan perilaku kita seperti itu InsyaAllah keberkahan dari langit dan bumi telah menanti kita tentunya berkah Dunia dan Akhirat . amiiiinnnn  J
Hadist yang insyaAllah akan memberikan hidayah buat kita semua sebagai penutup articel dari konsep harta yang sudah  kita simak tadi  ^-^
فَأِ نّ الزّكاة حقّ الما ل
Yang artinya : “Sesungguhnya Zakat itu adalah haknya harta”
Dari hadist tersebut kita jadikan itu sebagai motivasi kita untuk terus berzakat dan membersihkan harta yang kita peroleh ,,  mudah mudah Konsep harta ini bermanfaat yaaa buat kita semua, aminnnnn J


No comments:

Post a Comment