KONSEP HARTA MENURUT PANDANAN ISLAM

Disini ada
beberapa dalil-dalil atau Qaidah dari Al-Qur’an tentang Harta,, , yuuk kita
simak bahasan nya dibawah ini .. ^_^
· Larangan harta agar tidak bergelar dalam
kalangan orang-orang kaya saja, firman Allah dalam Al-Qur’an surat (Al-Hasyr :
57) Artinya:
57. Apa saja
harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda)
yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum
kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam
perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di
antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang
dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.
Asbabun
nuzul dari ayat di atas ialah turunnya pada periode Madinah karena pada saat itu Kaum Anshar di perintahkan
Rasulullah untuk menyediakan tempat , makanan , pakaian dan kebutuhan lainnya
untuk kaum muhajirin dan untuk Rasulullah.
Intisari
dari kandungan ayat tersebut itu keberlakuannya khusus pada zaman Rasulullah
dan sifatnya menjadi umum untuk kita sebagai ummat Rasulullah , karena kita
tahu dan menyadari bahwa dari harta yang kita peroleh itu ada hak untuk orang
lain,
Dengan demikian hikmah yang dapat kita petik dari ayat diatas ialah
tekad dan semangat kita untuk selalu berusaha dan terus berdo’a untuk
mendapatkan Rizqi yang banyak dan halal, dan keinginan kita untuk terus ingin berzakat, berinfaq, bershadaqah dan berwakaf
akan bertambah yakin bahwa Allah tidak akan mengurangi harta kita jika kita
gunakan dijalan Allah, justru sebaliknya Allah akan menambahkan harta kita
dengan berlipat ganda dari apa yang telah kita keluarkan, dan akan
menghilangkan rasa takabur atau sombong dari diri kita.
·
Perintah menafkahkan harta yang baik-baik ,
firman Allah dalam al-Qur’an surat
(Al-Baqaarah
: 267) Artinya:
267. Hai orang-orang yang beriman,
nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan
sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu
memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu
sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya.
dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Intisari
dari kandungan ayat di atas ialah bersifat umum untuk kita sebagai ummat
Rasulullah harus menafkahkan harta harta itu dengan usaha kita sendiri dan cara
memberinya dengan cara sopan dan baik dan harta/pakaian/makanan yang layak
untuk kita gunakan/dikonsumsi. Begitupun dengan harta itu sendiri, apabila kita
tidak mau memakan makanan itu karena sudah basi/kotor maka kitapun jangan tega
untuk memberikan makanan tersebut, karena dengan kita seperti itu maka tidak
akan memperoleh pahala yang sempurna dalam infaq yang sunnah itu sendiri.
Hikmahnya untuk kita semua adalah
ketika kita memiliki sesuatu yang ingin di shadaqahkan itu harus harta yang
baik-baik dengan cara yang halal, minimal sama dengan apa yang kita gunakan
dalam bentuk apapun itu , baik berupa uang, pakaian ataupun makanan.
Orang miskin menjadi ujian bagi si kaya ,
dalam Al-Qur’an surat (Al-An’am : 53) Artinya:
53. Dan Demikianlah telah Kami uji sebahagian
mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya
(orang-orang yang Kaya itu) berkata: "Orang-orang semacam inikah di antara
kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?" (Allah berfirman):
"Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur
(kepadaNya)?"
Intisari
kandungan ayat di atas dalam potongan ayat ليقولو آهولاء من الله عليهم من بيننا yang bermakna “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang
diberi anugerah Allah kepada mereka?” apakah kita pantas untuk berkata seperti
itu sementara harta kita pun di anugerahkan oleh Allah, karena kaya dan miskin
itu sudah menjadi Sunattullah dan setiap
insan yang hidup didunia ini
sudah ada hak atau bagiannya masing-masing , tentunya orang yang kaya itu akan selalu diuji oleh orang
miskin karena kita hidup didunia ini gak cukup dengan harta saja, kita pun akan
selalu membutuhkan bantuan dari orang lain ..
Harta, keluarga, anak, tetangga, dan teman yang menjadi penghalang dijalan Allah , dalam
Al-Qur’an surat (Attaubah :24) Artinya:
24. Katakanlah: "Jika bapa-bapa ,
anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan
yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat
tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan
dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan
NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Intisari
ayat di atas adalah janganlah kita tertipu oleh tipu daya dunia , artinya kita
tidak boleh terbelenggu dalam “Hubbuddunya” atau cinta dunia dengan pekerjaan ,
kesibukan atau kebahagiaan dunia yang
membuat kita lupa dengan Shalat,
ibadah dan ketha’atan kita pada Sang
Khaliq sehingga orang-orang yang ada disekitar
jangan sampai mencegah kita untuk beribadah kepada Allah. Oleh karena
itu mulai dari sekarang yuuk kita atur atau manage harta kita dengan sebaik
mungkin dan digunakan untuk hal yang bermanfaat dijalan Allah , karena dengan
perilaku kita seperti itu InsyaAllah keberkahan dari langit dan bumi telah
menanti kita tentunya berkah Dunia dan Akhirat . amiiiinnnn J
Hadist yang
insyaAllah akan memberikan hidayah buat kita semua sebagai penutup articel dari
konsep harta yang sudah kita simak tadi ^-^
فَأِ نّ الزّكاة حقّ الما ل
Yang artinya
: “Sesungguhnya Zakat itu adalah haknya harta”
Dari hadist
tersebut kita jadikan itu sebagai motivasi kita untuk terus berzakat dan
membersihkan harta yang kita peroleh ,,
mudah mudah Konsep harta ini bermanfaat yaaa buat kita semua, aminnnnn J
No comments:
Post a Comment